Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Rabu, 08 September 2010

Membuat GIMP Pantas Menggantikan Photoshop




GIMP adalah salah satu aplikasi editor grafis favorit para desainer. Aplikasi ini memiliki tiga ciri utama yang membuat popularitasnya menanjak, yaitu freeware, opensource dan multi-platform (tersedia versi Windows, Mac dan Linux). Dilengkapi dengan fitur yang beraneka ragam, seperti ketersediaan plugin, filter, dan brush yang bertebaran di internet dari komunitas pendukung GIMP.

GIMP sampai saat ini belum menjadi aplikasi yang bisa menggantikan aplikasi populer semacam Photoshop, tapi dari hari-ke hari pengembangan dari versi GIMP selanjutnya lebih mendekati tampilan maupun fungsi dari Photoshop. Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk membuat desain grafis, membuat logo, mengedit foto dan juga membuat animasi sederhana (memakai plugin GAP (GIMP Animation Package). Tapi, tetap saja banyak orang yang tidak familiar dengan aplikasi opensource ini, cara penggunaan yang berbeda membuat banyak orang sulit beralih dari Photoshop yang berbayar dan mahal.

Di artikel ini akan dibahas delapan trik dan tips untuk membuat GIMP menjadi aplikasi yang lebih serius sehingga dapat menggantikan Photoshop. GIMP yang digunakan dengan trik ini menggunakan versi 2.6, tapi kemungkinaan besar bisa juga diaplikasikan untuk versi-versi selanjutnya.

Menginstal Plugin, Brush, dan Filter
Sebelumnya Anda mesti mengetahui bagaimana cara untuk menginstal add-ons. Caranya sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu. Pertama Anda harus menemukan lokasi di mana folder file GIMP disimpan. Lokasinya bergantung pada sistem operasi apa yang Anda gunakan:

  • Windows: folder terletak di C:/Programs/GIMP
  • Mac: klik kanan dan pilih application folder
  • Linux: tekan Ctrl + H dibagian folder Home untuk menampilkan folder .gimp yang tersembunyi




Untuk menginstal plugin, brush, atau filter, cukup salin dan paste ke dalam folder yang tepat dan restart GIMP.

1. Menambah Plugin PSPI
PSPI plugin memungkinkan GIMP untuk dapat menggunakan plugin Photoshop. Hal ini akan meningkatkan jumlah filter yang dapat dipakai oleh GIMP dan bagi pengguna Photoshop mereka bisa berpindah ke GIMP tanpa perlu meninggalkan daftar add-ons yang sudah mereka kumpulkan.






Untuk dapat menggunakannya pertama unduh plugin PSPI dari dari sini.

Di dalam folder program GIMP salin dan paste keseluruhan konten dari plugin PSPI yang telah diunduh ke dalam folder Plug-ins. Setelah itu restart GIMP dan buka menu filter. DI bagian paling bawah, Anda akan melihat sebuah pilihan baru, yaitu "Photopshop Filters Plug-In Settings." Pilih untuk membuat dialog box Photoshop, dan arahkan ke folder di mana lokasi kumpulan plugin Photoshop yang Anda simpan.


2. Menginstal Layer Styles
Layer Styles adalah fitur yang sangat penting bagi pengguna Photoshop, dan akan sangat sulit bagi pengguna untuk berpindah ke aplikasi sejenis tanpa adanya fitur tersebut. Di GIMP sebenarnya juga ada Layer Styles hanya saja sebutannya berbeda, di sini disebut Layer Effects dan sudah termasuk efek Drop Shadow, Inner Glow, Outer Glow, Gradient Overlay, Stroke, Bevel and Emboss, dan lain-lain. Dengannya Anda bisa dengan cepat menggunakan sebuah efek tertentu ke dalam layer tanpa memakan banyak usaha dan waktu.





Unduh Layer Effects untuk GIMP dari sini. Terdapat dua versi dari plugin tersebut, yaitu Script-Fu dan Python. Versi Python memungkinkan Anda untuk untuk dapat melihat perubahan dari efek yang dipakai berupa preview. Sedangkan Script-Fu tidak bisa. Tidak masalah versi mana yang akan Anda pilih, simpan saja plugin di folder Plug-in dan restart GIMP.

Jika Anda mengunduh versi Python, pilihan Layer Effects akan berada di Image > Layer > Layer Effects. Lalu untuk versi Script-Fu akan muncul di Script-Fu > Layer Effects.


3. Menambah Dukungan CMYK
CMYK merupakan kepanjangan dari empat buah nama warna cyan, magenta, yellow, key (hitam). Di dalam hubungannya dengan aplikasi editor foto dan program grafis, CMYK adalah model warna Primer Subtraktif yang berbeda dengan model warna RGB (Red, Green, dan Blue) yang umumnya dipakai. Model warna ini dikenal sebagai warna Separasi/ four color separation yang digunakan untuk mencetak gamabr dengan mesin printer, dimana warna-warna tersebut biasa digunakan untuk keperluan cetak pada berbagai media keras seperti untuk pembuatan Brosur, Buku, Majalah, Cover CD, Print T-Shirt dll.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan lantas disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan "K" (key) dari istilah "key plate" dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Banyak pengguna yang menyayangkan ketiadaan dukungan untuk mode warna CMYK di GIMP. Bagi kebanyakan desainer dan fotografer, gambar seharusnya dikonversi ke warna CMYK sehingga bisa mendapatkan hasil cetak yang berkualitas tinggi. Karena warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi sedang CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK). Salah satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke CMYK adalah ‘kalibrasi’. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan warna agar semua perangkat pemroses citra (gambar) menggunakan satu patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi nanti sewaktu kita akan mencetak hasilnya akan ‘mirip’ seperti yang kita liat di monitor.

Jika Anda membutuhkan CMYK di GIMP silakan unduh plugin Separate+ dari situs YellowMagic. Ekstrak file yang berada di dalam ZIP ke folder plug-in, kemudian restart GIMP. Fitur tersebut bisa Anda temui di bagian menu bar Image.







4. Install Liquid Rescale
Liquid Rescale adalah salah satu fitur favorit banyak pengguna dan menimbulkan banyak sambutan ketikapertama kali diperkenalkan di Photoshop. Fitur ini membuat gambar dapat dirubah dimensinya, sebagai contoh merubah gambar dengan dimensi 16:9 ke 4:3 tanpa terjadi distorsi dengan secara otomatis menghilangkan pixel yang tidak diperlukan di beberapa area. Jadi Anda bisa merubah foto yang sempit (memanjang vertikal) menjadi format lebar (widescreen) tanpa meregangkan konten menjadi tidak beraturan.

Untuk menambah fitur Liquid Rescale ke GIMP, unduh plugin dari Wikidot dan salin file yang sudah diunduh ke folder plug-in. Restart GIMP

 


 5. Menambahkan Brush Yang Penting
GIMP datang dengan jumlah brush bawaan yang terlalu sedikit, dan yang terdapat di sana terlalu kecil, dasar dan tidak terlalu berguna. Jika Anda berencana untuk membuat gambar grafis, maka Anda membutuhkan daftar pustaka brush yang baru untuk mengahsilkan kerya yang lebih kreatif dan kaya. Menginstal brush di GIMP cukup salin dan paste file ke dalam folder Brush dan restart GIMP untuk memunculkannya di GIMP.

Brush bisa Anda unduh dari berbagai sumber, tergantung tipe brush seperti apa yang Anda butuhkan. Sebagai contoh ada tempat yang menyediakan berbagai tipe brush lengkap yang bisa Anda unduh secara gratis, yaitu BlendFu dan DeviantArt



.6. Menyatukan Jendela
Jika Anda menanyakan kepada pengguna Photoshop tentang hal yang paling tidak mereka sukai dari GIMP, mereka sebagian besar akan sepakat dengan tampilan dock dan toolbar yang terpisah dari jendela utama. Canvas, toolbar dan layer, path dan dock brush semuanya terpisah-pisah dan berserakan di desktop. Bagi Anda ygn terampil didalam melakukan pengaturan jendela aplikasi di desktop dengan rapih mungkin tidak ada masalah, tapi bagi orang lain keadaan tersebut merupakan pengganggu kerja mereka.

Jika model jendela dock yang terpisah di GIMP menggangu Anda, satukan jendela-jendela tersebut ke jendela utama dengan cara klik kanan pada dock atau toolbar dan pilih Always on Top. Toolbar sekarang berada di depan/ atas dari jendela utama, dan aplikasi akan bekerja seakan dock menempel di jendela utama.


 Jika Anda masih belum cukup puas dengan hasilnya, dua versi dari GIMP sudah tersedia yang mana memiliki tampilan sangat mirip dengan Photoshop, yaitu GIMPshop dan GimPhoto.

Sumber: http://udaramaya.com/berita/5089/0/M...ikan_Photoshop

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →
Powered By: BloggerYard.Com

0 comments:

 
Tips Tricks And Tutorials